Pertandingan sepak bola antara NEC Nijmegen dan Levski Sofia berakhir imbang 1-1 pada matchday kedua fase liga Europa League di Goffertstadion, Nijmegen, Belanda, Kamis 15 Oktober 2026. Hasil ini membuat kedua tim baru mengoleksi satu poin dari dua laga, setelah NEC sebelumnya kalah dari Juventus dan Levski kalah dari RB Salzburg. Laga ini menjadi perbincangan ramai karena kombinasi hasil imbang, kesalahan kiper, dan catatan sejarah NEC di kompetisi Eropa. Pembahasan berikut merangkum jalannya pertandingan, pemicu viral, serta konteks kedua klub.
NEC Nijmegen adalah klub dari kota Nijmegen, Belanda, yang bermarkas di Goffertstadion. Levski Sofia adalah klub asal Bulgaria yang menjadi salah satu tim paling dikenal di negaranya. Keduanya bertemu di fase liga Europa League, format kompetisi Eropa yang mempertemukan banyak tim dalam satu tabel untuk menentukan kelolosan. Laga matchday kedua ini digelar pada 15 Oktober 2026 dan berakhir dengan skor sama kuat.
Pertandingan berjalan dengan NEC lebih banyak menguasai bola, tetapi Levski tampil agresif dalam serangan balik. Gol Everton Bala pada menit 16 dianulir wasit setelah tinjauan video assistant referee atau VAR karena Serginho berada dalam posisi offside. Keputusan itu menjaga skor tetap 0-0 dan membuat jalannya laga berubah. Levski tetap mencoba menekan meski golnya dibatalkan.
Levski Sofia membuka keunggulan pada menit 36 melalui Reynaldo, memanfaatkan umpan yang datang dari kiper mereka sendiri, Svetoslav Vutsov. Assist dari seorang kiper untuk gol timnya tergolong tidak biasa dan langsung menjadi bahan pembicaraan. Keunggulan 1-0 itu bertahan hingga turun minum. NEC harus mengejar ketertinggalan di babak kedua.
Tjaronn Chery menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 64 setelah memanfaatkan kesalahan Vutsov saat mencoba membuang bola. Kesalahan itu membuat Vutsov menjadi sorotan karena sebelumnya ia justru memberi assist untuk gol Levski. Media Bulgaria menyoroti insiden ini dengan istilah blunder kiper. Gol Chery menyelamatkan NEC dari kekalahan di kandang.
Statistik menunjukkan NEC unggul dalam banyak aspek permainan meski hanya meraih satu poin. Penguasaan bola tercatat 51 persen untuk NEC berbanding 49 persen untuk Levski. Nilai expected goals atau xG, yaitu perkiraan peluang berdasarkan kualitas tembakan, tercatat 2,08 untuk NEC dan 1,22 untuk Levski. NEC juga melepaskan 18 tembakan berbanding 8 milik Levski, dengan 51 sentuhan di kotak penalti lawan berbanding 15.
Hasil imbang ini menjadi poin pertama NEC Nijmegen di Europa League musim 2026, tetapi mereka tetap belum meraih kemenangan. Laga itu juga menandai pertandingan kandang pertama NEC di babak utama kompetisi Eropa yang tidak mereka menangkan dalam 18 tahun, menurut laporan NOS. Catatan tersebut menambah dimensi historis pada hasil imbang ini. Bagi Levski, hasil ini juga belum menjadi kemenangan pertama mereka.
NEC memasuki laga ini setelah dihantam Juventus dengan skor 0-5, sementara Levski kalah 1-0 dari RB Salzburg. Dua kekalahan tersebut membuat pertemuan ini penting bagi kedua tim untuk bangkit. Levski juga memiliki catatan belum pernah menang di kandang lawan Belanda dalam enam kunjungannya. Kondisi itu menjadikan hasil imbang tetap tidak memuaskan bagi kedua pihak.
NEC dilatih oleh Dick Schreuder, sedangkan Levski Sofia ditangani Júlio Velázquez. Schreuder menyatakan kekecewaannya setelah laga, dengan mengatakan bahwa poin ini membuat kedua tim tidak puas dan ia kecewa karena ingin menang. Pernyataan itu dikutip oleh media Bulgaria gol.bg. Pelatih biasanya menilai hasil imbang di kandang sebagai kehilangan dua poin.
Media Bulgaria menyoroti performa Vutsov dengan istilah blunder kiper, karena kesalahannya dinilai merugikan peluang Levski meraih kemenangan pertama. Vutsov sebenarnya juga mencatat penyelamatan penting di awal injury time yang menjaga Levski tetap mendapat satu poin. Narasi kiper yang memberi assist lalu melakukan kesalahan menjadi kombinasi langka yang menarik perhatian. Gol.com dalam laporan berbahasa Indonesia menyebut poin NEC datang berkat hadiah dari kubu Bulgaria.
Analisis dari vi.nl menyoroti absennya Kodai Sano, Basar Önal, dan Sami Ouaissa dalam laga ini. Ketidakhadiran tersebut membuat NEC tidak bisa menurunkan komposisi terbaiknya. Duet Tjaronn Chery, Dusan Tadic, dan Bryan Linssen dinilai belum berjalan optimal. Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa NEC dominan dalam statistik tetapi tidak mampu menang.
Armstrong Oko-Flex dan NEC melewatkan sejumlah peluang untuk menambah gol setelah skor 1-1. Vutsov menyelamatkan Levski pada awal injury time, sehingga NEC gagal memaksimalkan tekanan di akhir laga. Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi salah satu penyebab hasil imbang bertahan. Pertandingan berakhir tanpa gol tambahan setelah menit 64.
Highlight resmi pertandingan baru tersebar pada 16 Oktober 2026, sehari setelah laga digelar. Penyebaran video gol dan momen kunci itu menjaga perbincangan tetap panas di media sosial dan situs olahraga. Momen assist kiper dan blunder kiper menjadi bagian yang paling banyak dibagikan. Sky Sport Italia termasuk media yang menayangkan cuplikan pertandingan tersebut.
Ada catatan kehati-hatian terkait versi menit gol yang beredar. Footballcritic menampilkan urutan berbeda, yaitu Bala menit 24, Reynaldo menit 62, dan Chery menit 75, yang tidak konsisten dengan skor akhir 1-1 di sumber yang sama. Versi menit dari FotMob dan Goal.com dinilai lebih layak dipakai karena sesuai dengan urutan dan skor akhir. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memeriksa lebih dari satu sumber sebelum mengutip detail pertandingan.
Jalannya laga menurut ESPN dan bgnes.bg sejalan dengan versi yang menyebut Reynaldo membuka skor pada menit 36 dan Chery menyamakan kedudukan setelah kesalahan Vutsov. Kedua sumber juga mencatat gol Everton Bala yang dianulir VAR karena offside Serginho. Kesamaan ini memperkuat kronologi yang dipakai dalam ringkasan ini. Sumber-sumber tersebut juga menyebut penyelamatan Vutsov di akhir laga.
Kedua tim kini sama-sama mengoleksi satu poin dari dua pertandingan di fase liga Europa League. NEC kalah dari Juventus pada laga sebelumnya, sedangkan Levski kalah 0-1 dari RB Salzburg. Posisi ini membuat pertandingan berikutnya menjadi penting bagi peluang kedua tim untuk tetap bersaing. Dengan format fase liga, setiap poin berpengaruh pada peringkat akhir.
Bagi NEC, hasil ini memperpanjang catatan belum menang di kompetisi Eropa meski mereka tampil dominan. Bagi Levski, hasil ini tetap membuat mereka belum meraih kemenangan pertama dan belum menang di kandang lawan Belanda. Keduanya sama-sama menghadapi tekanan untuk segera meraih kemenangan. Perbedaan konteks ini membuat hasil imbang terasa berbeda bagi masing-masing kubu.
Pemicu utama viralnya pertandingan ini adalah kombinasi assist dan blunder dari kiper yang sama dalam satu laga. Momen seperti ini jarang terjadi dan mudah menarik perhatian di media sosial. Ditambah lagi, hasil imbang melibatkan rekor NEC yang tidak menang di kandang Eropa selama 18 tahun menurut NOS. Kombinasi faktor inilah yang membuat nama kedua klub ramai dibicarakan.
Untuk memahami laga ini, penting mengetahui istilah expected goals atau xG, yaitu ukuran kualitas peluang berdasarkan posisi dan situasi tembakan. Nilai 2,08 untuk NEC menunjukkan mereka menciptakan peluang yang cukup berbahaya, sedangkan 1,22 untuk Levski menunjukkan peluang mereka lebih sedikit namun tetap berbahaya. Angka penguasaan bola 51-49 persen menunjukkan pertandingan berjalan relatif seimbang dalam penguasaan. Statistik ini membantu menjelaskan mengapa hasil imbang terasa mengecewakan bagi NEC.
Pertandingan NEC vs Levski Sofia pada 15 Oktober 2026 berakhir 1-1 dan menjadi sorotan karena blunder kiper, dominasi statistik NEC, serta catatan sejarah NEC. Poin pertama NEC di fase liga Europa League ini belum cukup untuk mengangkat mereka dari tekanan, begitu pula Levski yang juga belum menang. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada laga matchday selanjutnya bagi kedua tim. Sumber utama ringkasan ini adalah FotMob, Goal.com, NOS, ESPN, bgnes.bg, vi.nl, dan Sky Sport Italia.